123, Example Street, City 123@abc.com 123-456-7890 lasantha.wam

sahabat itu sulit sekali dicari, jadi jangan pernah menyia-nyiakan sahabatmu

Jumat, 16 Desember 2011

Lelah tapi Senang

Assalamu'alaykum

LIBUR..
LIBUR..
LIBUR..

LIBUR yang ditunggu-tunggu datang juga, akhirnya bisa merasakan LIBUR, yaa LIBUR, LIBUR kuliah, tapi bukan berarti aku ga ke kampus. Aku tetap ke kampus untuk melaksanakan tanggungjawabku sebagai logistik kpu fakultas. Karena kemarin aku tak sempat fotocopy kertas suara, jadi aku harus fotocopy hari ini dan menyerahkannya ke kampus.

Aku memang orang yang tak betah di rumah, bukan apa-apa, rasanya aku lebih hidup saat aku berada di kampus. Terlebih hari ini semua berangkat ke sekolah dan aku harus rela ditinggal di rumah sendirian jika aku berada di rumah. Lagipula aku sudah membantu ibu mencuci piring pagi ini, setidaknya sudah ada yang aku kerjakan untuk meringankan pekerjaan ibu, heheee.

Aku berangkat dari rumah sekitar pukul setengah sembilan, awalnya aku minta nad untuk mengantarkanku ke tempat fotocopy, tapi sepertinya nad masih lama sampai di kampus. Aku pun turun di pasar sunan giri dan berjalan kaki ke balai pustaka untuk fotocopy.

Sesampainya di balpus, aku menyerahkan kertas suara yang akan difotocopy untuk memfotocopy kertas itu sebanyak lima ratus lembar. Selama menunggu fotocopy, aku duduk sendiri sambil membaca buku Indonesia Mengajar ditemani suara klakson mobil dan motor yang berisiknya naudzubillah. Saat sedang asyik baca buku, tiba-tiba mbak2 fotocopy teriak2 lah? ini orang kenapa?. Ternyata motornya mau dibawa orang. Tapi teriakan mbak2 ini ga berakhir dengan kejaran massa, yang ada malah tertawaan dari orang-orang sekitar, kenapa??? Karena ternyata si orang yang mau bawa motor si mbak2 fotocopy SALAH MOTOR, sekali lagi SALAH MOTOR!! huahahahahahhahahahhaaa. Motor si orang itu sama PERSIS sama si mbak2 fotocopy, bedanya tipislaah, kalo sekilas ngeliatnya mah sama PERSIS hahahahhahahaaa. Malu banget deh itu orang. Pasti dia ga konsen gara-gara liat wanita cantik lagi baca buku di depan tempat fotocopy (siapa ya???) #PDdahsyaat -,-''


Selesai difotocopy dan dipotong jadi dua (jadi ada seribu kertas suara deh), aku pun berjalan kaki menuju kampus. Aku harus cepat karena aku ditunggu jam 10 di kampus oleh anak2 kpu. Sampai di kampus, aku langsung menyerahkan kertas suara itu pada yang bersangkutan, dan tugasku belum selesai sampai disini, aku masih harus melipat + men-cap SERIBU sekali lagi SERIBU kertas suara. Subhanallah..bagaimana dengan pemilihan presiden?? berapa kertas suara yang harus dilipat?? yang jelas BANYAAAK.


Aku ga sendiri sih, aku dibantu lima kakak tingkat, tapi aku 2010 sendiri -,-' si cepi gabisa dateng :(
Tapi alhamdulillah, ga lama dateng nanad, kerjaan lipat melipat cap mencap pun berlanjut dengan tujuh orang. Tak lama kakak2 tingkat berguguran karena ada kuliah (alhamdulillah yaa aku LIBUR), aku pun ditinggal berdua dengan nanad.


Saat beberapa kakak tingkat kembali dan bala bantuan mulai datang, aku dan nad izin sebentar untuk melihat acara MUTIA Akbar di sangu bersama Asma Nadia. Bilangnya sih sebentar, eeehh karena terhanyut oleh pembicaraan mbak Asma Nadia, aku ikut acaranya sampai selesai. Aku juga membeli buku terbaru Asma Nadia 'Twitografi Asma Nadia', lumayan dapet ttdnya juga. Aku ingin sekali menjadi seorang penulis seperti mbak Asma Nadia. Ya, tulisanku mungkin memang tak menjual, tapi kalau ada usaha, pasti ada jalan (semoga nyambung) hehehehee. Selesai 'nyangkut' di acara MUTIA, aku kembali pada tugas kerajinan tangan melipat kertas suara. Ternyata MASIH banyaaak. 


Saat sedang 'asyik' melipat kertas, si nanad berisik minta makan. Okelaaah kita pun ke kantin untuk makan siang. Kantin sepi, dan tempat biasa aku membeli makan lauknya HABIS, dengan terpaksa aku beli di tempat lain. Alhamdulillah kenyaaang. Selesai makan, aku dan nad berencana untuk ke salon. Tapi sayaaang sekali saudara-saudara si mbak2 stylist potong2 rambut cuma ada hari minggu, kami pun kembali ke kampus untuk mengikuti penutupan CL. Di jalan, aku melihat sesosok (kesannya) orang yang aku kenal. Dia sedang mengendarai motor UEHnya (semoga ga salah). Itu dia si cepi! Ternyata dia mau ngajar, aku kira mau ke kampus pijitin tanganku yang pegel ngelipet-lipet, hahahahahaaaa.


Sesampainya di kampus, aku dan nad ikut penutupan CL lalu lanjut ke ForWat alias Forum akhWat BEMJ Q3A. Sedih rasanya beberapa minggu lagi BEMJ Q3A bersama kakak-kakak 2009 segera berakhir. Entah kenapa aku sedih, mau nangis, gamau ditinggal kakak-kakaknya. Tapi, HARUS ada regenerasi sebagai tanda keberhasilan sebuah organisasi dan tongkat estafet perjuangan harus dipindahkan. Ya, yang HARUS aku dan teman-teman lakukan adalah menerima tongkat estafet perjuangan itu dan berusaha untuk tidak mengecewakan angkatan-angkatan sebelumnya, SEMANGAAAT!!


Sehabis ForWat, kami shalat maghrib, dan perkumpulan dilanjutkan di Nasi Goreng Cirebon. Aku, Nanad dan beberapa teman akhwat serta ikhwan bemj makan2 disana. Semoga semakin mempererat tali persaudaraan kita yaa :))


Tak sadar ternyata jam menunjukkan pukul sembilan, aku HARUS segera pulang, karena ini waktu-waktu rawan, kenapa??? karena 04 JARANG ada jam segini, sekalipun ada 04nya mau pulang biasanya. Aku panik, aku ga mungkin naik bajaj karena MAHAL.


Alhamdulillah setelah menunggu dan menunggu ksatria berkuda putih 04 pun datang. Tapi, dugaanku benar, aku tak sampai diantarkan ke rumah, hanya sampai depan penjara cipinang, itu artinya aku HARUS jalan kaki menuju gang rumah. 
"Oke, ga masalah lah ya..", pikirku.
Aku ditemani ibu-ibu batak, aku temani ibu-ibu itu menyebrang untuk naik angkot lagi,
"Makasih yaa sayang", ucap si ibu2 batak. 
Subhanallah, indahnya saling tolong-menolong.


Aku pun berjalan kaki dari depan penjara menuju flamboyan. Angin malam begitu dingin. Aku sedikit takut berjalan sendiri di pinggir jalan, masih sedikit trauma dengan tragedi penjambretan HPku itu LIHET DISINI


Alhamdulillah aku sampai rumah dengan selamat dan badanku pegal-pegal sangaaaat. Tapi, biar begitu, hari ini sungguh LUAR BIASA. Aku kembali merasakan lelah menyenangkannya sebuah kegiatan. Biarpun lelah, tapi ketika hasil yang didapatkan memuaskan, rasanya rasa lelah itu encer begitu saja. 


Kalau kata anak kimia mah, hasil yang memuaskan itu bagai aquades yang mengencerkan kepekatan sebuah kelelahan. 

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget