#10 Challenge
Bismillah..
Sobat, aku mau nambah lagi yaa cerita tentang anak PKNR 2010 nya. Ga kenyang-kenyang nih (makanan kalee). Tadinya di pagi buta tadi aku mau cerita lima orang sekaligus. Tapi karena dikejutkan petasan yang menggila di luar sana. Aku gak kuat kayaknya (alesan aja nih).
Okeh, sobatku yang ini pintar, baik dan care. Dia ini anak kimia yang kebiologi-biologian gara-gara dia ikut organisasinya biologi yang aku lupa namanya, hehee. Dia juga dulu aktif di UKO (olahraga2 gitu deh), aku gatau sekarang dia masih aktif disana apa gak. Belum lama ini, aku bersama Ijeh, Kiki dan Dia ke Taman Menteng untuk melepaskan penat setelah UAS. Tau siapa dia?
Ya! Sobatku yang ini bernama Defi Restuti Nurdini, aku biasa memanggilnya Defi, Depi ataupun Depoy. Si anak Kimia yang ikut organisasinya biologi yang aku lupa namanya ini termasuk anak yang pintar di PKNR 2010, yaa semua anak PKNR 2010 mah buatku pintar seluruh, kalo ga pintar ga mungkin kami di PKNR 2010 (?) xp hahaha *gaje*.
Perjalananku baru-baru ini dengan Defi, saat ke Taman Menteng dengan Izzah dan Kiki. Kami melepas penat setelah UAS berakhir dimana hari itu hari senin, waktunya kami seven minutes speaking. Kami naik motor kesana, aku dibonceng Izzah dan Kiki dibonceng Defi. Karena Defi tidak terlalu tau jalan kesana. Ia sempat beberapa kali kelewatan. Aku dan Izzah pun harus menunggu mereka kembali. Dan masih teringat dibenakku *halaah* saat aku dan Izzah dipinggir jalan menunggu Defi dan Kiki, mereka lewat dan Kiki berteriak, "Woooy!". Untung dibelakangku ga ada pengendara lain, kalo ada bisa dikejar itu anak berdua HAHAHA.
Sesampainya di Taman Menteng, aku melihat ayunan, dan naluri anak kecilku muncul. Aku mau main ayunaaaan. Kami semua pun bermain ayunan kecuali Defi, dia gamau main ayunannya, takut pusing katanya. Sayang sekali, harusnya Defi bisa ikut bersenang-senang di ayunan melepas penat bersama kami. Tapi ternyata takdir berkata lain, Defi tetap bisa tertawa senang. Kenapa? Karena aku terjatuh dari ayunan! Dan aku tertawa saat terjatuh, bukannya meringis kesakitan, ckck (siapa sih itu si 'aku'? hahaaa). Alhamdulillah kami senaaaang malam itu, kepenatan kami berhasil hilang 'sedikit'. Tapi memar di tanganku tak kunjung hilang, baru terasa sakitnya (ckck curcol deh).
Okeh, itu aja dulu tentang Defi, kalo ada yang lain nanti aku tambahin deh. Udah dipanggil-panggil ibu nih buat BERSIH BERSIH RUMAH.
Buat Defi, tetap SEMANGAT! Tetap jadi Defi yang pintar, biar bisa ngajarin aku #eh? heheee
Sayang Defi karena Allah :*
0 komentar:
Posting Komentar