Challenge #3
Bismillah..
Sobat, hari ini challenge hari ke-3, aku harus nulis tentang satu anak PKNR 2010 lagi. Jujur nih, sebenernya ga kuat hari ini buat nulis. Kepala lagi sakit banget, dan tadi aku baru aja ke dokter langgananku semenjak kuliah (ckck..). Dan ternyata eh ternyata Darah Rendah 80 per 60 (klo ga salah). Pantes aja belakangan ini kepalaku sakit banget dan pengen dijedotin rasanya.
Okeh, balik lagi ke challenge. Hhmm.. tadi aku abis smsan sama salah satu anak PKNR (gara2 smsan mulu nih ceritanya), cekidot yaa siapa yang aku ceritain.
Sobatku ini selalu bersamaku saat di kampus. Yaa aku lebih sering bersamanya mungkin lebih tepatnya. Dia baik, cerdas, perhatian, pinter ngomong, pantang menyerah dan hebooh. Dia suka mengeluarkan teriakan-teriakan heboh (tapi ga seheboh teriakan cewek2 gitu deh) terutama saat bertemu dengan musuh bebuyutannya à KUCING. Dia suka masak pasta. Dia suka memadupadankan baju-bajunya menjadi sesuatu yang modis. Dia seorang akhwat rider. Aku selalu nebeng sampai Rabbani dengannya. Kalian tau dooong!
Ya! Dia Nadiya Fikriyah Muasyiroh. Sobat terdekatku di PKNR 2010. Aku biasa memanggilnya Nanad. Aku biasa nebeng motornya sampai Rabbani, lumayanlaah si kaki bisa istirahat sedikit, kasian kan dipake mulu sejak SMA hahahahaaa. Aku sangat dekat dengan Nanad, hingga ‘mungkin’ tidak ada rahasia antara kami berdua.
Aku sering membicarakan cerita di rohisku dengan Nanad, begitu pula Nanad. Terkadang kami jadi tidak mau kalah satu sama lain, membanggakan ROHIS masing-masing, hehehee. Kami sering berencana untuk Rihlah bersama, Rohis SMA ku dengan Rohis SMA Nanad. Namun, sampai saat ini, itu hanya sebuah pembicaraan. Belum tercapai sama sekali keinginan kami. Pokoknya kalau aku dan Nanad udah cerita tentang Rohis SMA masing-masing, rasanya dunia milik berdua #halaaah XD
Bukan cuma Rohis, pembicaraan PALING rahasia pun sering kami diskusikan. Biasalaaah yaa manusia, pasti kan punya sebuah ‘rasa’ #eeeeeaaaa. Dan kalau sudah membicarakan itu, bisa sampai kemana-mana, bahkan sampai ke Damaskus!
Nanad paling bisa bangeet deh kalo dijadiin MC acara. Dia pinter ngomong soalnya. Gak kayak aku yang selalu berada di belakang layar, heheee. Aku paling gabisa yang namanya ngomong di depan audience (laah ini kenapa jadi curcol) HAHAHA. Dia juga gampanglah buat bersosialisasi. Makanya di BEMJ Kimia dia ditaro di Kaderisasi.
Nanad seriiiiing banget nasihatin aku. Apalagi kalo sikapku mulai-mulai melenceng. Dan aku sangat berterima kasih atas segala nasihat Nanad, karena aku memang perlu sering diingatkan, heheheee. Ya ibaratnya Nanad bisa memperbaiki kekurangan-kekuranganku ini lah yaa.
Dan satu hal lagi, kami selalu melakukan hal-hal romantis saat berdua. Nge-date contohnya. Yaa kemana-mana dimana ada Nad pasti ada aku, dan kalo dulu ada Pu tentunya (nanti aku cerita soal Pu yaa). Kalo Nad bilang aku kayak adeknya, aku bilang Nad kayak kakak aku laah yaa, walau kadang dia yang suka kekanakan, heheee.
Sip, itu dia kiranya yang bisa aku ceritakan tentang Nanad. Hari semakin malam dan kepalaku semakin pusing. Aku benar-benar butuh istirahat. Tapi, aku belum belajar KO (lah ini si rara curcol lagi).
Jazakillah khairan Nad sudah mau jadi sobatku. Tetap jadi Nanad yang ceria dan pantang menyerah yaa. Kita pasti BISA melewati berbagai tantangan ke depan. Allahu Akbar!!
Afwan ya Nad, kalo ada cerita yang kurang berkenan.
Sayang Nanad karena Allah :*
0 komentar:
Posting Komentar